3 Des 2011

Model Komunikasi Stimulus - Respon [S-R]


A.  Pengertian Model S-R
Model komunikasi S-R ini sebenarnya merupakan suatu singkatan dari model stimulus-respon. Model ini adalah model komunikasi yang paling dasar dari segala model komunikasi.
Model ini dipengaruhi oleh disiplin psikologis, khususnya beraliran behavioristik. Model ini menunjukkan bahwa komunikasi itu sebagai suatu proses “aksi-reaksi” yang sangat sederhana. Model ini dapat juga di katakan sebagai hubungan timbal balik atau merespon apa yang lawan kita sampaikan. Hubungan tersebut dapat dalam bentuk isyarat nonverbal, gambar-gambar, ataupun kontak fisik dan tindakan yang dapat merangsang seseorang untuk merespon.

B.  Fungsi Model Komunikasi
Gordon Wiseman dan Larry Barker, mengemukakan bahwa model kamunikasi mempunyai tiga fungsi :
a)    Melukiskan proses komunikasi
b)    Menunjukkan hubungan visual
c)    Membantu dalam menemukan dan memperbaiki kemacetan komunikasi

C.  Contoh-contoh model S-R

                      I.        Contoh Positif Model Komunikasi S-R

v  Ketika ada seseorang yang kita suka atau kagumi tersenyum kepada kita, lalu kita membalas senyumannya dan orang tersebut lalu bertanya kepada kita “mau kemana?” lalu menjawab “mau ke kampus”. Dan pada saat setelah ia pergi, anda merasa kegirangan sendiri lalu sepanjang jalan tersenyum malu, dan keika berpapasan dengan teman di jalan, lalu ia bertanya “ kenapa kamu senyam-senyum sendiri? Hari ini, hari yang indah ya?” lalu anda hanya merespon dengan senyum tanda mengiyakan dan belum dapat melupakan kejadian sebelumnya.
v  apabila ada seseorang yang memanggil nama anda sambil melambaikan tangannya pada anda, anda akan membalasnya dengan sapaan dan melambaikan tangan anda pada orang tersebut.
v  ada seseorang yang menepuk pundak anda sambil menyapa anda dengan kata “hai”, anda juga akan membalasnya dengan kata “hai”.

                    II.        Contoh Negatif Model Komunikasi S-R

v  Orang pertama menatap orang kedua dengan tajam, dan orang kedua balik menatap, menunduk malu, memanglingkan wajah, atau membentak, “apa lihat-lihat! Nantang, ya!” atau, orang pertama melotot dan orang kedua ketakutan.
v  orang yang sedang punya masalah dirumah atau dengan temannya yang dianggap berat saat dikampus pasti menjadi pendiam dan berubah menjadi sensitive, bila ada seseorang yang sedikit mengganggunya atau hanya berniat
bercanda pasti ia menanggapinya dengan negatif dan bisa saja jadi marah-marah tidak jelas.
v  Anda menyukai seseorang, lalu anda melihat dan memperhatikan wajahnya sambil senyum-senyum. Ternyata orang tersebut malah menutup wajahnya dengan buku atau malah teriak “apa liat-liat, nantang ya?” lalu anda kecewa dan dalam pikiran anda merasa cintanya bertepuk sebelah tangan dan anda ingin bunuh dia


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar